Setelah sekian lama ndak pernah bersua dengan blog, ntah kenapa koq tiba-tiba muncul keinginan saya untuk nge-blog kembali. Kali ini ceritanya tentang KP saya di Telkom Japati (Telkom pusat loh
) yang hari ini merupakan akhir perjalanan saya selama 1,5 bulan ini. Oh ya, KP saya dimulai tanggal 8 Juni sampai 24 Juli (hari ini). Di sana, saya dan partner KP saya, Ivan dan Tommy, disuruh mengerjakan semacam Photo Gallery Management System berbasis web, semacam galeri foto yang diintegrasikan dengan forum dan ads server. Sebenarnya mungkin banyak yang berpikir “koq KP di Telkom malah disuruh bikin web”, tapi ya begitu lah, kata pembimbing saya sih web tersebut bakal dipakai untuk web foto gallery-nya Telkom, namanya “Foto135″ (kayak NIM IF ajah).
Seperti KP pada umumnya, berangkat jam 8, pulang jam 5, dari Senin, hingga Jumat (meski tidak jarang juga saya bolos). Di kantor Telkomnya, saya menempati ruangan IT dan Supply Center yang terletak di lantai 6. Biar ndak lama-lama, to the point aja deh, hal yang paling saya sukai ketika KP di sana ialah suasana kantornya yang cukup membuat saya merasa jadi orang kantoran beneran (secara kantornya gede gitu loh
), pake name tag, pake kemeja (yang sebelumnya saya ndak pernah pake kemeja kalo kuliah). Sedangkan yang (mungkin) tidak saya sukai ialah koneksi internet yang unavailable. Hari gini ndak dapat koneksi inet? Telkom gitu loh. Yups, ini lah yang cukup menyengsarakan saya, awal-awal KP tanpa internet membuat saya mati gaya, tapi tepat 2 minggu kemudian saya membeli modem 3.5G, sehingga bisa online-online, online-online. Hal kedua yang tidak saya sukai ialah bekerja di tengah-tengah orang, namun apa yang kita kerjakan ndak ada hubungannya sama sekali dengan kerja orang lain, secara ruangan yang saya tempati itu ruangan Supply Center yang tugasnya mengelola proyek-proyek Telkom yang gede (e.g. Telkom Speedy Lambretto Lamborghini). Yang ketiga ialah saya merasa tidak dianggap sebagai manusia oleh “office boy Telkom”, masak yang lain dibuatin teh setiap hari giliran kami bertiga dikasih minum aja ndak, huh. Yang ke-4 ialah harga makanan yang muahal di sekitar Telkom, rata-rata untuk makan siang saya harus merogoh kocek sekitar 9 – 15 ribu setiap hari. Hmm. Sedangkan yang ke-5 ialah keberadaan buaya darat yang bikin saya pengen muntah, alias kerjanya sepanjang hari ngegodain cewek-cewek-anak-magang setiap hari. Maklum, bilik sebelah saya dihuni anak-cewek-magang-dari-IMT. Hahaha.
But it’s okay. KP is over. Oh iya, ada hal yang lucu di hari terakhir KP ini. Waktu Ivan mau mengasih form penilaian KP kami, eh bapaknya malah nyuruh kami ngisi sendiri. Hahaha,, Sungguh aneh. Namun begitu, saya merasa cukup-sangat sedih untuk berpisah dengan suasana kantor yang selama ini akrab menemani saya, suasana jalanan yang selalu saya sapa di pagi dan petang hari (maklum, kadang saya ke kantor naik angkot, kadang bareng dengan teman), suasana Sari Bundo saat makan siang, suasana Gasibu dan Gedung Sate di petang hari. Huh, ingin rasanya menikmati momen-momen seperti itu lagi. Yasudah lah ya. Masih ada hari esok yang terbentang dan siap untuk kita arungi (loh koq tiba-tiba puitis). Hehe. Sekian dari saya kali ini. Terima kasih untuk Pak Aji, Pak Welly, Pak Eddy, Ivan, Tommy, serta semua pihak yang telah membantu saya semasa KP. Semoga esok baik-baik saja.

